Apa kabar? Ke
mana aja lu? mungkin kata-kata itulah yang sering terlontar dari mulut kalian
setiap bertemu denganku. Ya memang dari dulu, dari ODF aku sudah jarang
berkumpul dengan kalian semua. Apa penyebabnya? Aku juga tidak tahu mengapa.
Mungkin ini berimbas dari ketidaksukaan dan ketidakmengertianku akan jurusan
yang kumasuki. Aku diterima dan masuk IPB dengan jurusan yang sama sekali asing
bagiku, jurusan Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap. Ini bukanlah jurusan
yang menjadi pilihanku, namun aku tetap mencoba menjalani apa yang telah Tuhan
gariskan buatku. Terlebih lagi setelah masuk departemen PSP, ada ODF yang
membuatku sudah sangat jenuh dengan semua aturan-aturan dan paksaan-paksaan
yang dibuat senior. Aku mulai hilang-hilangan dan tidak mau terlibat dalam
semua ini.
Hal yang paling
kukenang dan membuatku berkesan di PSP
adalah saat beberapa jam sebelum berangkat H-puncak. Wienda dan Alm. Kusmana
datang ke sekret LAWALATA dengan tujuan mengajak ikut H-puncak, Aku yang malam
sebelumnya sudah diusir, dimaki-maki senior karena tidak pernah datang
rangkaian ODF sudah memutuskan untuk tidak ikut H-puncak. Namun dengan
kelembutan dan kesabaran mereka tidak mau menyerah untuk mengajakku ikut. Aku
masih ingat kata-kata itu, kata-kata yang meletupkan semangatku untuk ikut
bersama kalian di H-puncak. Ini kata-katanya “Lo harus ikut H-puncak karena lo
adalah saudara kita, lo adalah salah satu dari kita, gue pengen kita sama-sama
di H-puncak ini. Gue gak peduli senior ngomong apa ke lo, tapi yang jelas kita
pengen lo ikut zul”. Aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
Aku tahu
semenjak ODF aku sering membuat kalian marah, kesal karena sikapku yang mungkin
acuh tak acuh dan terkesan tidak peduli dengan PSP 47. Aku adalah tipe orang
pendiam, penyendiri, dan aku lebih senang mengamati sekitar, aku tidak suka
menjadi orang yang diperhatikan dan menjadi perhatian karena aku lebih suka
pendekatan secara personal kepada masing-masing orang. Seiring dengan
berjalannya waktu aku mulai memahami kalian dan bagaimana tipikal dari
masing-masing kita, dan aku sudah senang dengan mengamati saja kekonyolan dan
kebodohan yang kalian lakukan. Di luar sana aku sangat marah, kesal mendengar
omongan orang tentang departemen kita, tentang PSP departemen yang SC nya
paling gampang dan gak jelas, departemen yang passing gradenya paling rendah
se-IPB, departemen yang peminatnya paling sedikit se-IPB, departemen yang mata
kuliahnya gampang dapat A. Aku sangat marah jika ada yang bilang seperti itu, “hei
kalian tidak kenal departemen gue, kalian jangan menjudge departemen gue
seakan-akan departemen kalian lah yang paling baik, kalian tidak tau bagaimana
orang-orang di PSP, kalian gak tau itu semua jadi stop merendahkan departemen
kami”. Karena aku tau di PSP 47 terdapat orang-orang hebat yang suatu saat akan
kudengar nama mereka di setiap pelosok negeri ini. Aku juga sering dengar kalau
ada departemen lain yang mengadakan kumpul, jalan-jalan atau makrab
,”departemen ini kok kompak banget ya”. Dalam hati aku berteriak lantang ,”Lu
ngomong apa sih, kompak apaan sih, kalian belum tau aja gimana kompaknya
departemen gue”. Karena di sini bersama kalian aku benar-benar merasakan kompak
dalam arti yang sesungguhnya, tidak ada jaim-jaiman, tidak ada geng-geng an, tidak
ada hasrat saling menjatuhkan. Semuanya kompak di setiap kesempatan yang ada
dengan guyonan, kekonyolan, kebodohan yang tidak ada matinya, yang membuat
mulut ini lelah, lelah untuk tertawa lepas selepas-lepasnya, tidak
ditahan-tahan, sampai air mata ini mengeluarkan air mata bahagia karena senang.
Ya aku senang sudah bisa berada di dekat kalian, masih bisa mengamati
kekonyolan yang kalian buat, senang karena sudah bisa kenal dengan orang-orang
hebat.
Harapanku untuk
semuanya, yang proposalnya belum beres segera diselesaikan, yang belum
penelitian silahkan penelitian, yang belum penelitian ayo segera penelitian,
yang belum seminar cepat seminar, yang udah seminar ayo diburu sidangnya, yang
udah sidang lekas diurus SKL nya biar segera wisuda, yang udah wisuda semoga
mendapat pekerjaan yang layak dan membuat kalian merasa nyaman, yang masih
malas-malasan ayo bangkit, dikejar tu PS ya masing-masing biar kita bisa lulus
sama-sama. Kita doakan teman kita yang sedang menunggu calon buah hatinya,
semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan dan dapat melahirkan dengan lancar.
Untuk saudara kita yang sudah di alam sana, Alm. Kusmana semoga ditempatkan di
tempat yang layak dan lapang untuknya, marilah kita berdoa, menundukkan kepala
sejenak untuk beliau. Semoga semangatnya, sikap pantang menyerah, selalu
optimis dan menyemangatkan kita semua, akan selalu diwariskan kepada kita
generasi penerus, PSP 47.
Terakhir, suatu
saat nanti entah itu 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun, bahkan 50
tahun berikutnya aku ingin kita tetap kumpul lagi seperti ini. Membawa cerita
kita masing-masing, bukan lagi membawa masalah remeh temeh karena keterlambatan
kumpul, belum bayar uang makrab dll, tapi nanti kita akan bercerita secara
menggebu-gebu dan saling menanyakan kabar masing-masing ,”hei lu apa kabar?
ke mana aja lu? udah nikah belum? sama
siapa? udah punya anak berapa? Udah punya cucu berapa? kerja di mana sekarang?
udah punya berapa karyawan berapa? Sekarang menetap di mana? Kok lu gemukan
sih? Iteman sih? Ciee lu udah gondrong ya sekarang, dan masih banyak lagi
pertanyaan yang mungkin terbersit di pikiran kita masing-masing. Kuharap
harapan ini betul-betul terwujud dan kita dirasuki dan membawa rindu yang
mendalam akan PSP, PSP 47, semoga..